Plagiarism Policy

Pendahuluan

Jurnal Kreasi Santri berkomitmen menjaga integritas akademik, kejujuran ilmiah, dan kualitas publikasi melalui penerapan kebijakan anti-plagiarisme secara ketat. Setiap naskah yang dikirimkan wajib merupakan karya asli penulis dan bebas dari praktik plagiarisme maupun pelanggaran etika akademik lainnya.

Untuk menjaga kualitas publikasi ilmiah, seluruh artikel akan melalui proses pemeriksaan kesamaan naskah (similarity check) dan deteksi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebelum memasuki tahap review.


1. Kebijakan Similarity (Plagiarisme)

Jurnal Kreasi Santri menetapkan batas maksimal tingkat kesamaan naskah (similarity index) sebesar:

Maksimal 20%

Pemeriksaan dilakukan menggunakan aplikasi pendeteksi plagiarisme yang diakui secara akademik.

Ketentuan similarity:

  1. Persentase kesamaan maksimal adalah 20%.

  2. Kesamaan yang berasal dari daftar pustaka, kutipan langsung yang sah, template jurnal, dan istilah teknis tertentu dapat dikecualikan sesuai kebijakan editor.

  3. Naskah dengan similarity di atas 20% akan:

    • dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki, atau

    • ditolak apabila terindikasi plagiarisme berat.

  4. Plagiarisme mencakup:

    • menyalin karya orang lain tanpa sitasi,

    • parafrase tanpa menyebut sumber,

    • publikasi ganda,

    • penggunaan data atau gagasan tanpa izin dan pengakuan akademik.


2. Kebijakan Penggunaan Artificial Intelligence (AI)

Jurnal Kreasi Santri memahami bahwa teknologi AI dapat digunakan sebagai alat bantu penulisan. Namun, penggunaan AI tidak boleh menghilangkan tanggung jawab akademik penulis terhadap isi artikel.

Jurnal Kreasi Santri menetapkan batas maksimal deteksi penggunaan AI sebesar:

Maksimal 30%

Ketentuan penggunaan AI:

  1. Penggunaan AI diperbolehkan hanya sebagai alat bantu:

    • perbaikan tata bahasa,

    • penerjemahan,

    • penyusunan teknis,

    • atau bantuan ide awal.

  2. Penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap:

    • keaslian isi,

    • validitas data,

    • analisis ilmiah,

    • serta kesimpulan artikel.

  3. Artikel dengan indikasi konten AI melebihi 30% dapat:

    • diminta revisi,

    • diminta klarifikasi,

    • atau ditolak oleh editor.

  4. AI tidak boleh digunakan untuk:

    • membuat data palsu,

    • menghasilkan referensi fiktif,

    • memanipulasi hasil penelitian,

    • atau menggantikan proses analisis ilmiah penulis.

  5. Editor berhak melakukan pemeriksaan tambahan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan AI.


3. Proses Pemeriksaan

Seluruh naskah yang masuk akan melalui:

  1. Pemeriksaan administrasi,

  2. Pemeriksaan similarity,

  3. Pemeriksaan deteksi AI,

  4. Evaluasi editor,

  5. Proses peer review.

Naskah hanya dapat diproses ke tahap review apabila memenuhi standar etika dan kebijakan jurnal.


4. Sanksi Pelanggaran

Apabila ditemukan pelanggaran plagiarisme atau manipulasi AI, maka redaksi berhak:

  • menolak artikel,

  • membatalkan proses review,

  • menarik artikel yang telah diterbitkan,

  • serta memasukkan penulis dalam daftar pengawasan redaksi apabila pelanggaran tergolong berat.


5. Penutup

Kebijakan ini dibuat untuk menjaga kualitas, kredibilitas, dan integritas akademik Jurnal Kreasi Santri. Seluruh penulis diharapkan menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dan etika publikasi dalam setiap proses penulisan dan pengiriman artikel.