Pemetaan Bencana Tsunami Menggunakan Metode Sistem Informasi Geografis Melalui Aplikasi ArcGis sebagai Upaya Preventif Potensi Gempa Megathrust di Pantai Sumbermanjing Malang
Keywords:
Megathrust, Tsunami, HlossAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi bahaya tsunami sebagai upaya mitigasi preventif terhadap ancaman gempa megathrust di wilayah pesisir Pantai Sumbermanjing, Kabupaten Malang. Indonesia sebagai negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemetaan bahaya guna mengurangi risiko kerugian jiwa dan material. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan bantuan aplikasi ArcGIS. Data yang digunakan meliputi data DEM SRTM untuk analisis kelerengan, peta tutupan lahan untuk menentukan koefisien kekasaran permukaan, garis pantai, serta skenario ketinggian gelombang tsunami. Proses analisis dilakukan melalui pemodelan genangan tsunami menggunakan model Hloss dan fungsi cost distance untuk mengetahui sebaran dan batas genangan berdasarkan berbagai skenario ketinggian gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya tsunami di wilayah penelitian bervariasi tergantung pada ketinggian gelombang. Pada ketinggian 1 meter, luas genangan sebesar 0,461 km² dengan kategori sangat rendah. Pada ketinggian 2 meter, luas genangan meningkat menjadi 1,738 km². Sementara itu, pada ketinggian 5 meter, luas genangan mencapai 4,364 km² dengan kategori rendah. Pada ketinggian 15 meter, luas genangan meningkat signifikan menjadi 17,419 km² (kategori tinggi), dan pada ketinggian 30 meter mencapai 25,958 km² dengan kategori sangat tinggi. Kesimpulannya, semakin tinggi gelombang tsunami, semakin luas wilayah terdampak. Faktor kelerengan dan kekasaran permukaan turut memengaruhi tingkat penyebaran genangan. Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana, seperti penentuan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi tsunami di wilayah pesisir Sumbermanjing.
