Indeks Hepatosomatik Tikus Putih (Ratus Norvegicus) Model Hiperlipi Demia Pasca Pemberian Bcraktol Infus Kulit Pisang Raja (Musa Pradidiciaca) dan Umbi Bentul (Xanthosoma Sagittifolium)
Keywords:
Keanekaragaman, Hiperlipidemia, Indeks hepatosomatik, HIS, Pisang, Umbi bentulAbstract
Hati adalah organ yang berperan penting dalam menetralkan racun. Sel-sel hati dalam tubuh dapat rusak oleh virus. Konsumsi makanan tinggi lemak, yang dapat menyebabkan plak hati, juga berkontribusi pada kerusakan hati. Bacraktol, infus dari kulit dan umbi pisang, adalah tanaman yang kaya akan antioksidan, antihiperlipidemia, dan sifat antihepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bcraktol, infus dari kulit dan umbi pisang, terhadap indeks hepatosomatik (HIS) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan eksperimen nyata dengan 25 tikus putih yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu P1 (kelompok normal), P2 (kelompok positif (hiperlipidemia)), P3 (hiperlipidemia + Bcractol 300mg/kgBW), P4 (hiperlipidemia + bcractol 400mg/kgBW), dan P5 (hiperlipidemia + bcractol 500mg/kgBW). Penentuan HIS diperoleh dari berat hati dan berat tikus. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA diikuti dengan uji Duncan dengan tingkat signifikansi 5% menggunakan SPSS. Hasil analisis HSI menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian infus sereal bcractol dari kulit pisang dan umbi betul masih dianggap aman untuk dikonsumsi dan digunakan sebagai obat herbal.
