Fortifikasi Zat Besi pada Dimsum melalui Penambahan Ekstrak Bayam (Spinacia oleracea) sebagai Upaya Pencegahan Anemia Defisiensi Besi
Keywords:
Anemia defisiensi besi, bayam, dimsum, fortifikasi, organoleptik, pangan fungsional, zat besiAbstract
Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan masalah kesehatan gizi yang masih banyak ditemukan pada remaja dan anak-anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi zat besi melalui penambahan ekstrak bayam (Spinacia oleracea) pada produk dimsum terhadap sifat organoleptik (rasa, warna, tekstur, dan aroma) serta mengevaluasi potensi produk dalam pencegahan anemia defisiensi besi. Metode yang digunakan adalah eksperimen sederhana dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak bayam, yaitu 0% (kontrol), 10%, dan 20% dari berat adonan. Pengujian dilakukan melalui uji organoleptik oleh enam orang panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bayam tidak mengubah aroma produk secara signifikan, serta mempertahankan tekstur yang dapat diterima. Dari segi rasa, 50% panelis menyatakan tidak ada perbedaan antara variasi 10% dan 20%, sedangkan 50% lainnya menyatakan konsentrasi 20% lebih terasa flavor bayamnya. Penampilan visual dinilai menarik oleh 66,8% panelis. Seluruh panelis sepakat bahwa produk layak dipasarkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dimsum ekstrak bayam berpotensi menjadi pangan fungsional yang dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian, khususnya bagi kelompok yang menghindari konsumsi sayuran langsung.
