Efektivitas Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)sebagai Pengawet Alami terhadap Daya Simpan CilokTradisional

Authors

Keywords:

cilok, jeruk nipis., pengawet alami, daya simpan, organoleptik

Abstract

Cilok merupakan makanan tradisional berbahan dasar tepung tapioka yang memiliki kadar air tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai pengawet alami terhadap daya simpan cilok tradisional. Metode yang digunakan adalah eksperimen sederhana dengan tiga perlakuan, yaitu P1 (0%) sebagai kontrol, P2 (5%), dan P3 (10%) perasan jeruk nipis per 200 gram adonan. Sampel disimpan pada suhu ruang dan diamati setiap 24 jam selama 88 jam berdasarkan tekstur, kenampakan, aroma, dan kelayakan konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cilok tanpa perlakuan mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sampel yang diberi perasan jeruk nipis. Sampel P2 mampu bertahan hingga 72 jam, sedangkan P3 bertahan hingga 81 jam. Namun, konsentrasi 10% menghasilkan rasa asam yang lebih kuat. Dengan demikian, perasan jeruk nipis terbukti efektif sebagai pengawet alami cilok, dan konsentrasi 5% merupakan perlakuan paling optimal karena mampu memperpanjang daya simpan serta tetap mempertahankan kualitas organoleptik produk.

Downloads

Published

2026-06-20