Keberlanjutan dan STEM: Mengubah Leuweung Bobojong Menjadi Destinasi Edu-Wisata yang Kompetitif
DOI:
https://doi.org/10.12348/ecpq8m92Keywords:
Pemberdayaan, tourism, teknologi pariwisataAbstract
Tujuan:
Program pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Leuweung Bobojong bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemasaran kawasan wisata berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang berkelanjutan. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas POKDARWIS dalam memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan edukasi STEM, dan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan wisata.
Metode:
Metode yang digunakan dalam program ini mencakup pelatihan pemasaran digital untuk memaksimalkan penggunaan media sosial dan website, pelatihan edukasi STEM yang terintegrasi dengan potensi lokal, serta penguatan infrastruktur wisata berbasis teknologi ramah lingkungan. Pendampingan secara intensif dilakukan selama tiga bulan untuk memastikan penerapan materi yang diperoleh oleh anggota POKDARWIS.
Hasil:
Hasil dari pelatihan dan penerapan teknologi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan anggota POKDARWIS dalam mengelola pemasaran digital, dengan lebih dari 25 konten digital yang diproduksi dalam tiga bulan pertama. Selain itu, tercatat peningkatan jumlah kunjungan website hingga 10.000 pengunjung dan peningkatan engagement media sosial. Infrastruktur wisata juga mengalami peningkatan dengan adanya jalur trekking ramah lingkungan dan penerapan energi terbarukan.
Kontribusi/Nilai tambah:
Program ini memberikan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat lokal, dengan meningkatkan kapasitas digital dan edukasi STEM. Selain itu, program ini berkontribusi pada pengembangan ekosistem wisata yang berkelanjutan, meningkatkan daya tarik Leuweung Bobojong sebagai destinasi edu-wisata, dan memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan integrasi produk lokal dalam paket wisata
Kebaruan:
Kebaruan dari program ini terletak pada integrasi pendekatan STEM dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas. Program ini juga menekankan pada penggunaan teknologi digital untuk pemasaran dan pengelolaan wisata, yang masih terbatas di kawasan wisata berbasis komunitas lainnya. Dengan demikian, Leuweung Bobojong bertransformasi menjadi model edu-wisata berbasis STEM yang dapat direplikasi di kawasan lain dengan potensi serupa.