Mengungkap makna di balik budaya uang pelicin kepada aparat desa
Keywords:
Tipping money; village apparatus; culture of sharingAbstract
The money given from the community to the village apparatus is a culture that is often done. The purpose of this research is to find out what is the background of the community to give money over administrative documents. This research is qualitative study which uses interview methods and processes data with data triangulation. The results of the study showed that the culture of sharing among each other was the background of the community giving tips to village apparatus.
References
Kamayanti, A. (2019). Akuntansi Keperilakuan. Malang: Yayasan Rumah Peneleh.
KPK. (2014). Indonesia Bersih Uang Pelicin. Jakarta: Transparency International Indonesia.
Megawati, L. M., Sujana, E., & Yuniarta, G. A. (2017). Pungutan Liar (Pungli) Dalam Pengurusan Sertifikat Proyrek Operasi Nasional Agraria (PRONA) Terhadap warga Desa X (Suatu Tinjauan Mengenai Fraud). Ejournal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesa, 2(8).
Pemerintah Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Republik Indonesia No 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Puspitasari, Y. R., Haryadi, B. & Setiawan, A. R. (2015). Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1), 133-144.
Setiawan, A. R. (2016). Al-Halalu Bayn Wal Haroomu Bayn: Tafsir Agama(Wan) Atas Multitafsir “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 7(1), 17-35.
Setiawan, A. R., Irianto, G. & Achsin, M. (2013). System-Driven (Un) Fraud: Tafsir Aparatur Terhadap “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah, 4(1), 85-100.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuntitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
